Istilah kopi specialty merujuk pada kopi berkualitas tinggi yang dinilai melalui proses cupping oleh penguji bersertifikat (Q Grader). Kopi dengan skor 80 ke atas pada skala 100 umumnya masuk kategori specialty.
Penilaian mencakup aroma, rasa, aftertaste, keasaman, body, keseimbangan, dan keseragaman antar cangkir. Selain rasa, biji juga diperiksa dari jumlah cacat fisik (defect) dan kadar air, yang idealnya 10–12%.
Arabika Gayo termasuk asal-usul kopi Indonesia yang sering mencatat skor specialty di pasar internasional, berkat ketinggian kebun, tanah vulkanik, dan pengolahan yang baik.