3 Oktober 2026
Bisnis kopi Indonesia memasuki Oktober 2026 dengan agenda memperkuat posisi di pasar internasional. Kementerian Perdagangan menyiapkan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai sarana memperkenalkan identitas kopi nasional sekaligus mendorong penjualan produk bernilai tambah. Pameran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten.
Dalam pemberitaan ANTARA pada 30 September 2026, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi menyoroti bahwa konsumen internasional lebih sering mengenali kopi Indonesia melalui nama daerah, seperti Mandheling dan Toraja. Pemerintah ingin popularitas tersebut turut memperkuat pengenalan Indonesia sebagai negara penghasil kopi berkualitas.
Dorongan ini dibarengi dengan pengembangan produk olahan. Selain menawarkan kopi spesial, produsen didorong meningkatkan nilai jual melalui produk seperti kopi bubuk dan minuman siap konsumsi. Dengan demikian, pengembangan bisnis tidak hanya bertumpu pada perdagangan bahan baku.
Untuk mendukung pertemuan bisnis, Kemendag menyediakan area khusus kopi, teh, dan kakao pada TEI 2026. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas akomodasi terintegrasi bagi calon pembeli potensial serta menghadirkan Kontes Kopi Specialty Indonesia. Rangkaian tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memperluas jaringan pemasaran dan memperkenalkan keunggulan produknya.
Dalam kegiatan persiapan TEI di Lampung pada 1 September 2026, importir asal Mesir, Hasan Sayed Haggag dari Golden Coffee, menyampaikan bahwa keikutsertaannya selama 15 tahun telah mempertemukannya dengan pemasok kopi Indonesia untuk pasar Mesir dan Timur Tengah. Pengalaman tersebut memberikan contoh bagaimana pameran perdagangan dapat menjadi pintu masuk hubungan bisnis lintas negara.
Meski peluang pasar terus diupayakan, industri kopi masih menghadapi tantangan produksi. ANTARA melaporkan ekspor kopi Indonesia pada Januari–Juli 2026 mencapai 208,1 ribu ton dengan nilai sekitar US$1 miliar. Kemendag menyebut dinamika harga, iklim, dan cuaca turut memengaruhi kinerja komoditas ini.
Dari sisi analisis usaha, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa identitas merek dan kesiapan pasokan perlu berjalan beriringan. Bagi pelaku bisnis kopi daerah, termasuk kopi Gayo, informasi asal biji, karakter rasa, proses pengolahan, dan kapasitas pengiriman dapat menjadi materi penting saat memperkenalkan produk kepada calon mitra.
Pameran membuka kesempatan untuk bertemu pembeli. Namun, agar pertemuan berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan, pelaku usaha perlu menawarkan mutu yang konsisten, informasi produk yang jelas, serta kemampuan memenuhi pesanan.