Label kemasan kopi spesialti biasanya memuat beberapa keterangan yang tampak teknis. Padahal, keterangan itu sangat membantu untuk menebak rasa kopi sebelum kemasannya dibuka.
Asal (origin)
Menunjukkan dari mana kopi berasal: negara, daerah, bahkan nama kebun atau koperasi. Makin rinci, makin mudah ditelusuri. "Arabika Gayo, Bener Meriah" lebih informatif daripada sekadar "kopi Sumatra".
Varietas
Jenis tanaman kopinya, misalnya Ateng, Timtim, Gayo 1, atau Typica. Varietas ikut memengaruhi rasa, meski tidak sebesar pengaruh proses dan sangrai.
Proses pascapanen
Full wash cenderung bersih dan cerah, natural lebih manis dan berbuah, honey berada di antara keduanya, sedangkan giling basah (wet hulled) — yang khas Sumatra — biasanya ber-body tebal dengan nuansa rempah dan tanah.
Ketinggian
Ditulis dalam mdpl (meter di atas permukaan laut). Kopi dari dataran yang lebih tinggi umumnya matang lebih lambat sehingga rasanya cenderung lebih kompleks dan asamnya lebih hidup.
Tanggal sangrai (roast date)
Ini keterangan yang paling penting untuk kesegaran. Kopi biasanya paling nikmat diseduh beberapa hari hingga beberapa minggu setelah disangrai. Tanggal kedaluwarsa saja tidak cukup, karena tidak memberi tahu kapan kopinya disangrai.
Catatan rasa (tasting notes)
Misalnya "cokelat, jeruk, karamel". Ini bukan perisa tambahan, melainkan kesan rasa alami yang ditangkap pencicip. Jadikan panduan, bukan janji — hasil seduhan di rumah bisa sedikit berbeda.