Highland UrbanNusantara

Account

Language

Kekeringan di Amerika Tengah Dorong Premi Arabika ke Level Tertinggi Tiga Tahun

Share:
Kekeringan di Amerika Tengah Dorong Premi Arabika ke Level Tertinggi Tiga Tahun

Premi kopi arabika dari Amerika Tengah terhadap harga acuan dunia naik ke level tertinggi sejak 2023. Pemicunya kekeringan terkait El Niño di "Koridor Kering", kawasan yang membentang di El Salvador, Guatemala, Honduras, dan Nikaragua. Keempat negara ini memasok sekitar 15% arabika dunia.

Kekeringan memuncak pada Juli–Agustus, tepat saat tanaman berbunga dan buah berkembang — masa ketika kekurangan air mengurangi jumlah panen sekaligus mutu biji. Konsultan kopi independen Marc Schonland menyebut kondisi di kawasan itu "luar biasa kering".

Produksi Honduras pada 2026/27 diproyeksikan turun 7% dan Guatemala 10%. Kedua negara menyumbang sekitar dua pertiga kopi Amerika Tengah, dan pemerintah keduanya menyatakan perkiraan itu masih bisa direvisi turun setelah penilaian langsung di lapangan. Sebaliknya, curah hujan yang lebih baik di wilayah utara dan barat sedikit mengangkat perkiraan gabungan Meksiko dan Amerika Tengah.

Bagi pembeli, premi yang tinggi membuat arabika Amerika Tengah makin mahal dibandingkan asal lain. Situasi seperti ini biasanya mendorong pembeli mencari alternatif dari negara produsen lain, termasuk arabika dari Asia.

Sumber: Latin Post (19 Oktober 2026). Ditulis ulang oleh tim Highland Urban Nusantara.

Komentar (0)

No comments yet. Be the first to comment!

More Articles

Buying Gayo Coffee by the Container: MOQ, Lead Time and Shipping

Importing Green Coffee Beans from Indonesia: FOB, Documents, and Samples

Specialty Coffee from Indonesia: Why Gayo Arabica Stands Out