Menyeduh kopi sendiri tidak harus memakai mesin. Tiga metode manual berikut cukup dengan peralatan sederhana, dan masing-masing menonjolkan sisi rasa kopi yang berbeda.
Kopi tubruk
Cara yang paling akrab di Indonesia: bubuk kopi diseduh langsung dengan air panas di dalam gelas, lalu didiamkan sampai ampasnya turun. Gunakan gilingan halus hingga sedang, sekitar 10–12 gram kopi untuk 150 ml air. Hasilnya pekat dengan body yang tebal. Tunggu 3–4 menit sebelum diminum agar ampas mengendap.
French press
Kopi direndam dalam air panas selama sekitar 4 menit, lalu saringan logamnya ditekan untuk memisahkan ampas. Pakai gilingan kasar supaya ampas tidak lolos saringan. Rasio awal yang umum sekitar 1:15, misalnya 20 gram kopi untuk 300 ml air. Karena saringannya logam, minyak kopi ikut terbawa sehingga rasanya terasa lebih "berisi".
V60 (pour over)
Air dituang perlahan dengan gerakan memutar di atas bubuk kopi dalam corong berkertas saring. Gunakan gilingan sedang-halus, rasio sekitar 1:15 sampai 1:16, dan total waktu seduh 2,5–3,5 menit. Kertas saring menahan minyak dan partikel halus, sehingga hasilnya bersih dan karakter asam buah serta aromanya lebih mudah dikenali — cara yang baik untuk mengenal kopi single origin seperti arabika Gayo.
Apa pun metodenya, gunakan air panas sekitar 90–96°C dan timbangan bila ada. Ubah satu hal saja setiap kali mencoba — ukuran gilingan, rasio, atau waktu — agar mudah tahu mana yang membuat rasanya berubah.