Sejumlah proyeksi pasar memperkirakan surplus kopi global pada 2026 dapat mencapai sekitar 10 juta karung, naik tajam dari sekitar 1,8 juta karung pada 2025.
Surplus ini terutama didorong ekspektasi panen rekor di Brasil. Di tingkat petani Lampung, harga robusta kering tercatat sekitar Rp42.000–48.000 per kilogram, sementara harga kontrak ekspor berada di sekitar Rp59.000 per kilogram.
Bagi pelaku usaha kopi, periode surplus biasanya menjadi momen untuk memperkuat diferensiasi — misalnya lewat kopi specialty, organik, dan produk olahan — agar tidak semata bergantung pada harga komoditas.
Sumber: Tradeint.id, Juni 2026. Ditulis ulang oleh tim Highland Urban Nusantara.